Etika Berkendara di Jalan

Berkendara merupakan aktivitas yang telah menjadi rutinitas bagi masyarakat. Bahkan, berkendara kini telah menjadi persoalan yang sangat serius terutama di kota-kota besar di Indonesia. Kemacetan lalu lintasmerupakan salah satu persoalan akibat banyaknya masyarakat yang berkendara dalam menjalankan aktivitasnya. Namun demikian, persoalan berkendara ternyata bukan hanya soal kemacetan saja melainkan juga soal etika.

Etika dalam mengemudikan kendaraan kini telah banyak dilalaikan oleh para pengemudi. Seorang pengemudi dalam berkendara harus sangat memperhatikan tata tertib dalam berlalu lintas. Hal tersebut tidak hanya berguna bagi keselamatan diri sendiri tetapi juga untuk pengguna jalan lainnya. Banyak dijumpai pengemudi baik sepeda motor maupun mobil yang tidak taat terhadap peraturan lalu lintas, sehingga dapat mencelakakan keselamatan orang lain.

Berikut ini adalah beberapa contoh pegemudi yang tidak beretika ketika berkendara :

1. Menerobos lampu merah

Setiap orang tentu sudah mengetahui bahwa lampu lalu lintas merupakan salah satu rambu-rambu lalu lintas yang harus dipatuhi. Lampu lintas terdiri dari tiga warna yakni merah, kuning, dan hijau. Masing-masing warna tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Warna merah berarti setiap kendaraan harus berhenti untuk beberapa waktu, warna kuning berarti pengemudi harus berhati-hati, dan warna hijau berati kendaraan boleh melaju kembali. Namun fakta yang terjadi justru telah merubah fungsi yakni warna merah berarti kendaraan melaju dan warna kuning berarti kendaraan melaju lebih kencang sebelum warna merah menyala. Akibatnya, seringkali terjadi kepadatan di pertengahan jalan yang mencirikan tidak tertibnya masyarakat dalam berkendara.

2. Meludah

Kadangkala dijumpai seseorang yang meludah ketika berkendara. Tanpa melihat apakah dibelakang kendaraannya ada orang lain yang juga sedang berkendara atau tidak. Hal tersebut dapat merugikan orang lain bila ludahnya justru menyambar pengguna kendaraan lainnya karena tersapu oleh angin.

3. Membuang sampah dari kaca jendela

Terutama bagi kendaraan mobil seringkali dijumpai orang yang membuang plastik di tengah jalan tanpa melihat apakah jalanan sedang ramai atau tidak dan juga apakah dilingkungan penduduk atau di tempat yang sepi. Sebaiknya, para pengemudi menyediakan tempat sampah di dalam mobilnya untuk atau sampah bisa dibungkus plastik terlbih dahulu dan ketika sudah sampai di tempat tujuan sampah bisa dibuang pada tempatnya.

4. Berbelok tanpa memberikan sen

Setiap kendaraan telah dilengkapi dengan alat-alat yang memudahkan dan memberikan keselamatan dalam berkendara. Ketika seseorang ingin berbelok maka seharusnya menyalakan lampu sen sebagai sinyal atau pemberitahuan bagi pengemudi lainnya untuk memberikan jalan berbelok. Jika akan berbelok ke kiri maka ambillah ancang-ancang di sebelah kiri, begitupun jika akan berbelok ke arah kanan maka ambillah ancang-ancang dari kanan. Sehingga tidak membingungkan dan mengagetkan pengguna jalan lainnya.

Demikianlah beberapa hal yang harus kita waspadai saat berkendara. Keselamatan orang lain di perjalanan juga bergantung dari kehati-hatian kita dalam mengendarai kendaraan kita. Seperti slogan yang tertulis dalam poster-poster yang terpampang di jalanan “jadilah pelopor keselamatan, karena maut ada di depan mata anda!!” Semoga bermanfaat.

Kolom Komentar dan Bertanya