Cara Budidaya dan Menanam Strawberry Sampai Panen

Cara budidaya strawberry

Picture from balitjestro.litbang.deptan.go.id

Strawberry adalah tanaman yang termasuk kedalam golongan hortikultura, hal ini dikarenakan Strawberry termasuk kedalam salah satu buah-buahan. Meskipun termasuk dalam golongan buah tanaman Strawberry ini tidak memiliki batang yang berkayu ataupun biji yang dapat digongseng seperti umumnya tanaman buah lain.

Tanaman ini memiliki batang yang menjalar pada permukaan tanah, begitu juga buahnya yang muncul pada bagian batang yang menjalar tersebut. Daun pada tanaman Strawberry hampir sama bentu knya dengan daunt mint. Buah tanaman ini berwarna hijau apabila masi mentah sedangkan bila sudah masak berwarna merah, buah strawberry memiliki rasa yang manis tetapi juga ada yang rasanya cenderung asam.

Bertanam strawberry tidak perlu dilakukan ditanah yang luas, ini dikarenakan strawberry juga masih tetap dapat tumbuh meskipun didalam pollybag. Akan tetapi kondisi lingkungan sangat menentukan dari produksi buah tanaman strawberry, tanaman ini menghedaki sinar matahari yang langsung tanpa ada panghalangnya akan tetapi suhu yang dikehendaki dari tanaman inipun relatif rendah.

Apabila suhu tempat kita menanam terlalu tinggi maka buah yang dihasilkan akan lebih kecil dengan daerah bersuhu dingin/rendah serta rasanya pun cenderung asam. Oleh karena itu, di Indonesia sendiri central penanaman strawberry terdapat di Jawa Barat tepatnya di Lembang dan Cianjur yang memiliki suhu relatif rendah. Suhu yang optimum bagi tanaman strawberry adalah 17-20o C sesuai dengan suhu negara asal strawberry yaitu negara subtropis, untuk curah hujan tanaman ini membutuhkan 600-700 mm/tahun.

Media yang digunakan pun tidak terlalu sulit didapatkan kita hanya perlu mencampurkan sekam dengan tanah sebagai media tanamnya dengan catatan bahwa media yang kita gunakan harus mudah mengalirkan air, media tanam ini harus dikontrol minimal 1 minggu sekali untuk melihat apakah media masih bersifat porous atau tidak jika tidak maka harus dilakukan pengolahan terhadap media misalnya dengan perlahan dan berhati-hati megaduk media agar tidak mengganggu strawberry .

Perbanyakan tanaman strawberry dapat dilakukan secara generatif ataupun vegetatif, jika secara generatif menggunakan benih yang dapat dibeli ditoko pertanian sedangkan jika secara generatif dapat menggunakan stolon/anak sulur dari tanaman tersebut. Benih yang telah disemai kemudian dilakukan penyiraman rutin setiap harinya, pemindahan bibit strawberry ketempat yang baru dilakukan setelah strawberry memiliki 2-3 helai daun pemindahan ini dilakukan tanaman strawberry lengkap dengan akarnya. Apabila terdapat bibit strawberry yang rusak atau mati segera lakukan penyulaman atau penanaman kembali benih strawberry.

Pemupukan strawberry dilakukan sejak masa pertumbuhan sampai dengan masa perkembang biakkan, pupuk yang diberikan pada tanaman ini cukup NPK saja dan dilakukan selama satu minggu sekali. Pada masa pertumbuhan dan perkembangbiakkan tanaman strawberry harus bersih dari gulma hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan nutrisi makanan yang dapat berdampak pada pertumbuhan serta perkembangbiakkan tanaman strawberry. Selain gulma tanaman strawberry juga harus dipangkas apabila sudah terlalu rimbun agar nutrisi makanan untuk kedaun dapat teralihkan kebuah.

Tanaman strawberry akan mulai berbuah sejak dua bulan setelah masa penanaman, buah yang awalnya ditandai dengan masa pembungaan akan terbentuk setelah 10 hari pembungaan. Warna awal yang terdapat pada buah strawberry adalah hijau, tapi lama kelamaan akan menjadi masak da berubah warna menjadi merah serta ditandai buah yang sudah tidak lagi keras tetapi menjadi lebih empuk pemanenan dilakukan dengan cara menggunting tangkai bunganya.

Nah itulah informasi pertanian seputar bagaimana cara budidaya dan menanam Strawberry silahkan anda praktekkan, selamat mencobanya.

Kolom Komentar dan Bertanya