Bagaimana Hujan Asam Dapat Terjadi ?

Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Hujan Asam

Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Hujan Asam (Pic from id.wikipedia.org)

Guys, kalian pasti pernah denger dong tentang istilah Hujan Asam, tapi gimana sejarahnya, prosesnya, sam adampak nya tuh apa sih? Sekarang saya akan menjelaskan sedikit tentang hujan asam ya. Istilah hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh R.A. Smith, yaitu seseorang yang berkebangsaan Skotlandia di Manchester pada sekitar abad tahun 1872. Hal ini disadarinya dimana pada tahun tersebut adalah tahun dimana sedang gencer terjadi revolusi industri di Inggris.

Apa Itu Hujan Asam?

Smith memperhatikan bahwa adanya hubungan antara polusi udara yang disebabkan industri dengan keadaan udara sekitarnya. Sebenarnya, Hujan Asam ini sendiri adalah hujan yang memiliki tingkat keasaman kurang dari 5.7 meskipun pada dasarnya air hujan memang bersifat asam tetapi tidak sampai kurang dari 5.7.

Revolusi industri menyebabkan peningkatan adanya emisi dari gas sulfur (belerang), yang terdapat diudara hal ini terjadi akibat penggunaan cerobong asap yang tinggi dari pabrik-pabrik yang ada. Bahan bakar yang digunakan oleh pabrik ini yaitu berasal dari fosil yaitu batubara, batubara inilah yang berperan dalam menyebabkan peningkatan oksida belerang dan juga nitrogen oksida di atmosfer. Biasanya hujan asam ini tidak terjadi didaerah yang menimbulkan polusi, tetapi terjadi di daerah yang curah hujannya tinggi hal tersebut dikarenakan awan yang membawa zat asam terbawa angin kedaerah bercurah hujan tinggi.

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa hujan asam alah hujan yang mengandung SO2 dan NO2. Kedua zat tersebut berada diatmosfer dan kemudian mengumpul menjadi awan ( titik-titik air yang menguap dari bumi bercampur dengan kedua zat tersebut diatmosfer) sehingga membentuk zat asam sulphuric dan nitric, kemudian terbawa oleh angin kedaerah yang lain dan disana titik-titik air yang jatuh(hujan) akan mengandung zat asam sehingga disebut sebagai hujan asam.

Dampak Negatif Hujan Asam

Hujan asam ini berdampak fatal bagi semua mahkluk hidup. Pada manusia, dampak langsung/jangka pendek yang dapat diakibatkan hujan ini adalah apabila terkena kulit maka akan menyebabkan gatal-gatal,sedangkan jangka panjangnya adalah apabila manusia meminum air yang tercemar oleh air hujan asam maka akan menyebabkan seseorang menderita alzeimer.

Sama hal nya dengan dampaknya pada manusia hewan dan tumbuhan pun dapat mati karena hujan asam ini. Pada hewan misalnya ikan, berdasarkan hasil penelitian di Skadinavia pada tahun 1960 banyak ikan yang ditemukan mati akibat hujan asam. Hal ini diduga akibat ikan yang tidak dapat beradaptasi pada perubahan ph air secara tiba-tiba, kemudian asam juga dapat mengikat logam alumunium yang didanau yang mana pada dasarnya alumunium ini bersifat racun bagi ikan.

Pada tumbuhan hujan asam dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu akibat pencucian nutrisi ditanah akibat asam, sehingga tumbuhan pasokan nutrisinya jadi terganggu. Ternyata dampak buruk hujan asam tidak hanya bagi mahluk hidup, tetapi juga dapat merusak benda sekitar misalnya asam yang ditimbulkan oleh hujan dapat menyebabkan korosi pada logam dan juga dapat menyebabkan cat pada kendaraan menjadi terkelupas.
Sebenarnya hujan asam ini dapat dicegah lho, caranya yaitu mengurangi emisi gas karbon dioksida yang ada diatmosfer bumi kita.

Mengurangi dan Mencegah Hujan Asam

Langkah pertama kita bisa memulai menggunakan bahan bakar yang tidak mengandung zat belerang tinggi, kemudian kita juga dapat menguragi pembakaran-pembakaran yang tidak berguna misalnya yang biasanya kita membakar sampah yang tidak dapat diuraikan seperti plastik mungkin akan lebih baik jika kita lakukan daur ulang. Terakhir jika kita terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, bagai mana jika kita membiasakan diri untuk menggunakan kendaraan umum sebagai langkah mengurangi emisi gas CO2 diatmosfer. So, guys kalau kita sayang sama diri kita mulai sekarang sayangi juga bumi kita. Semangat GO GREEN!!!

Kolom Komentar dan Bertanya